Site icon KPK TIPIKOR NEWS

“DUGAAN ADA UPETI DIBALIK MARAKNYA PETI DI DUSUN NAPAN, LIPATKAIN SELATAN”

KAMPAR-KPKTIPIKORNEWS, Minggu, 30/06/2025

Marak nya aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Lipat Kain Selatan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau tepatnya didusun Napan RW Napan semakin marak, beraktivitas secara terang-terangan tanpa hambatan dan terkesan Kebal Hukum.

Terpantau Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih terus berlangsung secara ‘membabi-buta’, meski pihak penegak hukum terus melakukan penertiban dan penindakan di sejumlah titik di daerah itu, namun tidak membuat para mafia berhenti, mereka tergiur dengan hasil yang didapatkan dari aktifitas tersebut.

Kejadian naas yang menelan korban jiwa sudah sering terjadi akibat praktik illegal ini, namun sepertinya tidak memberikan efek jerah bagi para pekerja PETI untuk tetap beraktifitas.

Hal ini diharapkan menjadi atensi Kepolisian Daerah (Polda) Riau dalam hal pencegahan dan penegakan hukum terhadap aktifitas Ilegal yang jelas-jelas sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar dan warga setempat.

Berdasarkan Infomasi dari warga sekitar yang menyebutkan bos dari aktivitas tersebut merupakan pemain lama yang hingga saat ini masih tegak kokoh menggeluti praktik ilegal itu.

“Masih pemain lama juga, GNDI dan RJL, masing-masing ada yang punya tujuh unit dan empat unit” Lapornya melalui pesan Whatsapp, Sabtu, (28/06/2025)

Dirinya juga mengungkapkan adanya UPETI yang diberikan kepada Oknum APH setempat agar aktivitas tersebut bisa beroperasi dengan lancar dan aman.

“Ya sama tau ajalah bang, kenapa bisa lancar dan aman, kuat dugaan saya ada UPETI yang dikeluarkan” Bebernya

Penegakan hukum terhadap tambang emas ilegal di Riau , khususnya di Desa Lipat Kain selatan,Kecamatan Kampar Kiri, kini menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah sulitnya akses menuju lokasi tambang yang biasanya berada perbukitan terpencil. Selain itu, penambangan ini sering kali melibatkan banyak pihak yang saling bekerja sama, baik dari kalangan pekerja hingga oknum yang memiliki kepentingan ekonomi dalam kegiatan tersebut. Upaya penertiban yang dilakukan oleh aparat keamanan sejauh ini belum mampu menghentikan sepenuhnya operasi tambang ilegal.

Namun aktivitas PETI milik GNDI dan RJL ini sangat dekat jalan Lintas Lipat Kain-Pekanbaru, bumi Tuhan di wilayah itu sudah porak-poranda akibat praktik ilegal tersebut.

Mengenai hal itu awak media masih melakukan Upayah konfimasi kepada GNDI yang diduga sebagai salah seorang pemilik PETI, dirinya membantah bahwa rakit tersebut bukan miliknya dan terkesan menakut-nakuti awak media.

“Abang kalau buat berita jangan salah, itu bukan rakit saya, itu media yang naik sebelum nya juga salah itu, nanti bisa kena itu” Katanya melalui panggilan Whatsapp.

Saat ditanya siapa pemilik rakit tersebut dirinya enggan memberikan jawaban dan langsung mematikan panggilan.

Hal ini diharapkan menjadi Atensi dari Kapolsek Kampar Kiri karena sudah sangat meresahkan dan menjadi Polemik di kalangan masyarakat sekitar, (TIM)

Exit mobile version