Site icon KPK TIPIKOR NEWS

Berbagi Keberkahan di Hari Raya Idul Adha

 

Hari ini Minggu 8 Juni 2025, masyarakat VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, khususnya kalangan ulama Tarekat Syattariyah, melaksanakan Salat Idul Adha dengan penuh khidmat dan rasa syukur. Suasana sakral Idul Adha menjadi pengingat atas pengorbanan Nabi Ismail ‘alaihissalam sebagai bentuk ketaatan luar biasa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Namun, sejarah kurban sesungguhnya telah dimulai jauh sebelum peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yakni sejak masa Nabi Adam ‘alaihissalam. Dua putra beliau, Qabil dan Habil, menjadi manusia pertama yang mempersembahkan kurban. Kurban Habil diterima oleh Allah karena dilandasi oleh keikhlasan dan ketakwaan, memberikan pelajaran penting bahwa esensi ibadah terletak pada niat yang tulus, bukan semata bentuk lahiriahnya.

Kisah kurban berlanjut dalam syariat Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Dalam ujian iman yang luar biasa, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail. Namun, karena ketulusan dan ketaatannya, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba. Menurut sebagian riwayat, domba tersebut merupakan hewan kurban Habil yang dahulu diterima oleh Allah dan disimpan hingga saat itu.

Idul Adha mengajarkan kita makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah. Ini bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego dan nafsu duniawi yang menghalangi kita untuk tunduk kepada kehendak-Nya.

Oleh : ilysaldi Kpk Tipikor news

Exit mobile version