Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program pendidikan karakter berbasis barak militer yang digagas oleh Dedi Mulyadi di Jawa Barat. Program ini, meskipun kontroversial, menurut Rieke merupakan jawaban atas krisis karakter dan keterampilan yang saat ini mengkhawatirkan di kalangan remaja.
“Jangan reaktif hanya karena tempatnya di barak. Ini bukan doktrinasi militer! Ini revolusi pendidikan karakter yang kita butuhkan di Jawa Barat,” tegas Rieke dalam pernyataannya.
Rieke menilai program pendidikan karakter di barak tersebut memiliki keunggulan signifikan dibandingkan pendekatan pendidikan konvensional. Di antaranya, para peserta didik mendapatkan makan bergizi tiga kali sehari, vitamin, bimbingan psikologis, serta perhatian khusus dari guru bimbingan konseling (BK). Menurutnya, kualitas layanan ini melebihi standar pendidikan umum saat ini.
Namun, dukungan Rieke terhadap program ini menuai respons keras dari rekan satu partainya, Ono Surono. Dalam pernyataannya, Ono menyebut bahwa pendekatan dengan membawa siswa ke barak militer menciptakan nuansa militeristik yang tidak tepat untuk anak-anak usia sekolah.
“Program seperti ini bertentangan dengan prinsip pendidikan yang humanistik dan partisipatif. Pendidikan seharusnya membebaskan, bukan menyeragamkan,” ujar Ono.
Perbedaan pandangan ini mencerminkan dinamika internal di tubuh PDIP terkait arah pendidikan nasional, terutama di tengah upaya berbagai pihak mencari formula terbaik untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter (tim)

