Site icon KPK TIPIKOR NEWS

Ratusan Siswa SMAN 1 Sungai Geringging Gelar Aksi Protes Dugaan Asusila dan Ketidakadilan Terhadap Korban

 

Padang Pariaman, 14 Mei 2025 — Penanganan kasus dugaan tindakan asusila di SMA Negeri 1 Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, memicu gelombang protes dari ratusan siswa, Rabu (14/5). Aksi demonstrasi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap pihak sekolah yang dinilai lalai memberikan perlindungan kepada korban dan gagal menjunjung keadilan.

Ratusan siswa memadati lingkungan sekolah sejak pagi hari, membawa poster dan spanduk yang berisi tuntutan tegas. Mereka menyerukan agar pelaku—seorang oknum tenaga tata usaha (TU) yang diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswi kelas 10—segera dipecat dan diproses secara hukum. Selain itu, massa aksi juga menuntut pencopotan kepala sekolah yang dianggap abai dan tidak berpihak pada korban.

“Korban dikeluarkan, pelaku masih bekerja. Di mana keadilan?” ujar Ikbal, salah satu orator aksi.

Menurut keterangan perwakilan siswa, korban justru dikeluarkan dari sekolah tanpa kejelasan proses investigasi. Hal ini menimbulkan kemarahan di kalangan siswa yang menilai bahwa pihak sekolah bersikap sewenang-wenang dan tidak transparan.

“Teman kami bukan pelaku, tapi kenapa dia yang dikorbankan? Kepsek seharusnya melindungi siswa, bukan membungkamnya,” lanjut Ikbal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus tersebut maupun alasan pengeluaran korban dari sekolah. Aparat kepolisian juga belum mengumumkan perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

Meskipun aksi berlangsung damai, para siswa menyampaikan tuntutan secara lantang. Mereka meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman segera turun tangan dan memastikan penanganan kasus berjalan adil serta transparan.

“Kami tidak ingin kasus ini ditutupi. Pendidikan harus menjadi tempat yang aman, bukan tempat di mana korban malah disingkirkan,” tegas seorang siswa lainnya.

Aksi solidaritas ini menjadi sinyal kuat bahwa kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan seksual semakin tumbuh, khususnya di lingkungan sekolah. Para siswa berharap kasus ini tidak berakhir tanpa kejelasan hukum dan keadilan bagi pihak yang dirugikan.(tim)


 

Exit mobile version