Diduga Lalai, 130 Siswa SMA 1 Nan Sabaris Gagal Masuk Perguruan Tinggi Jalur Prestasi
Padang Pariaman – Harapan lebih dari 130 siswa SMA 1 Nan Sabaris untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi pupus akibat dugaan kelalaian pihak sekolah. Diduga, sekolah kurang proaktif dalam pelaporan data siswa ke Dinas Pendidikan, sehingga mengakibatkan para siswa kehilangan kesempatan emas untuk mendaftar ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan mengungkapkan bahwa kelalaian ini terjadi karena keterlambatan penginputan data siswa ke sistem, yang seharusnya menjadi tanggung jawab sekolah. Pernyataan ini juga diamini oleh majelis guru di sekolah tersebut.
Sebagai langkah perbaikan, pihak sekolah bersama pengawas pendidikan sempat berangkat ke Jakarta untuk menemui pihak terkait guna mencari solusi. Sekembalinya dari Jakarta, mereka mengklaim mendapatkan tenggang waktu beberapa hari untuk menginput kembali data siswa. Namun, hingga kini belum ada titik terang, dan besar kemungkinan proses tersebut mengalami jalan buntu.
Situasi ini memicu kekecewaan besar dari para orang tua siswa. Banyak dari mereka meluapkan protes keras terhadap sekolah dan bahkan berencana menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut pertanggungjawaban pihak sekolah. Mereka menilai sekolah sebagai pemegang otoritas pengiriman data siswa harus bertanggung jawab atas hilangnya kesempatan anak-anak mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah atau Dinas Pendidikan terkait langkah konkret yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah ini. Sementara itu, para siswa yang terdampak masih berharap ada solusi agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

