Kepala SMKN 9 Padang Syamsul Mardan: Siapa Saja Bisa Belajar AI sebagai Alat Bantu Kerja Produktif dan Kreatif

Padang,  perskpknews.com/

Kepala SMKN 9 Padang Syamsul Mardan, S.Pd, MM mengatakanpp, siapa saja bisa belajar artificial intelligence  (AI) sebagai alat membantu kerja produktif dan kreatif dalam berbagai bidang. Di era artificial intelligence  ini kita semua mesti membuka diri dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat agar kita tidak tertinggal di dunia yang semakin kompetitif.

Demikian disampaikan Syamsul Mardan, Jumat (18/10/ 2024), saat memberikan kata sambutan pada pembukaan acara KEAI goes to School oleh tim Forum Kreator Era Intelligence Artificial ( FKEAI) yang terdiri dari  Koordinator FKEAI Sumbar, Sastri Bakry, sekretaris SATUPENA Sumbar,

Armaidi Tanjung,  praktisi hukum/pengamat budaya,  Bgd Muhammad Ishak,  dan PJ FKEAI Goes to School, Eka Teresia. FKEAI didirikan beberapa waktu lalu atas gagasan Denny JA untuk meningkatkan keterampilan kreator agar lebih produktif dan kreatif menggunakan kecerdasan buatan (AI) .

Lebih lanjut disampaikan Syamsul bahwa artificial intelligence sangat membantu kerja sekolah. Karena itu ia merasa bersyukur kunjungan Tim Fasilitator ke SMKN 9 Padang yang merupakan sekolah khusus pariwisata dengan dua jurusan yakni jurusan perhotelan dan kuliner. Sebagai siswa  vokasi yang dipersiapkan bekerja di sektor pariwisata, bagaimana siswa terlatih menyambut, sapa, salam, senyum kepada orang lain tentu tetap harus mengikuti perkembangan teknologi. Sejalan dengan waktu ternyata artificial intelligence juga sangat membantu untuk  peningkatan literasi ekonomi, kerja kreatif pemasaran perhotelan, promo kuliner dan hotel.

“Saat ini SMKN 9 Padang memiliki 1.274 siswa dan rombel 37,  mereka sudah berlatih bekerja Daily Worker (DW), pekerja harian lepas, setiap Sabtu Minggu. Penguatan literasi tidak hanya tanggungjawab pihak sekolah, tapi juga sangat perlu perhatian pihak lain. Kami sangat menghargai upaya yang dilakukan   SatuPena  Sumbar dan FKEAI yang telah  berbagi ilmu  AI, etika, moral dan hukum”

Muhammad Ishak dan Armaidi Tanjung sebagai narasumber menyampaikan pentingnya memayungi diri berkarya terutama untuk ekonomi kreatif. Karena jika semata-mata berkarya hanya mencari keuntungan tanpa memerhatikan value agama, etika, moral dan hukum akan menyengsarakan diri kita pada akhirnya.

“Kita tentu tidak berharap, anak-anak muda terjerat hukum karena ketidaktahuan atau juga karena ketidaksadaran memproduksi dan berkarya sehingga berakibat fatal. Karena menipu, tidak jujur , atau hanya main- main dan bahkan menyebarkan berita- berita hoax yang sekarang ini banyak beredar. Itulah yang mendorong kami datang untuk membuka minda dan hati kita akan kesadaran nilai yang mesti kita anut,” katanya.

Eka Teresia merasa bangga dengan antusiasme siswa bahkan Syamsul Mardan, sebagai kepala sekolah terlihat ikut menikmati pemaparan narasumber tentang AI hingga selesai. Beberapa contoh karya kreator yang baik dan yang tidak baik disampaikan oleh Armaidi untuk pengingat kita semua. Meski kunjungan yang pertama baru menyampaikan tentang etika, moral dan hukum berkaitan dari 5 materi literasi digital. Ke depan, FKEAI akan memberikan ilmu keterampilan digital, keamanan digital dan praktik digital terutama artificial intelligence.

Acara ditutup dengan foto bersama saling memberikan souvenir kepada pihak sekolah. (Rel/*)