Site icon KPK TIPIKOR NEWS

SUARA ARUS BAWAH RAJA-BUKHORI TEMBUS 34 PERSEN

Kpk Tipikor News, Mempawah Kalbar :

Kehadiran Raja Mempawah dikancah calon bupati yang didukung yayasan Habib Husein Bin Ahmad Al Qadri, ternyata mendapat respon positif dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka menganggap DR IR Mardan Adijaya merupakan simbol sejarah, panutan dan wujud perubahan terhadap bentuk pembangunan disemua bidang kehidupan.

Gambaran tersebut, kata tokoh setempat, tercermin pada kondisi diri beliau yang sederhana, biasa saja, ramah, membaur dan tidak pernah membedakan satu sama lainnya. “ Pola pemimpin seperti ini memang sudah lama kami harapkan untuk tampil, baik dimomen pilgub, pilwako maupun bupati, “ tegas Basnu, pemilik warkop ketengan yang jalan didekat rumahnya masih banyak rusak parah.

Dilokasi berbeda, seusai Mardan Adijaya melakukan kordinasi dengan tim pemenangan disetiap desa dan 12 dusun Kecamatan Sei Kunyit, warga disitu langsung sepakat akan memilihnya pada pilkada 2024. “ Apapun dalihnya, suara kami tetap buat Raja Mempawah, “ ucap Pak Syaiful, salah satu orang yang di tuakan didaerah tersebut.

Aktifitas sirahturrahmi dengan tokoh agama, masyarakat maupun para pemuda didesa anjungan sebagai wujud rasa kebersamaan yang rutin di implementasikan Raja Mempawah, juga mampu melahirkan dukungan penuh yang berangkat dari hati nurani. “ Saya pikir Pak Mardan cukup pantaslah menjadi pimpinan kita semua, “ ungkap tokoh agama disitu sambil mengacungkan ibu jari.

Termasuk kegiatan peresmian program bantuan UMKM kelompok adat rumah songket mempawah didesa sungai pandan serta acara adat 10 muharam dipelabuhan jungkat kecamatan jungkat, hampir rata rata wajah penduduk mengeluarkan sinar harapan terhadap raja mempawah.

Dikafe elite, kelihatan 2 mahasiswa asyik ngobrol sambil bermain laptop. Dari arah pembicaraannya. Kedengaran kalau mereka juga mendukung penuh figur raja mempawah. “ Beliau itu orangnya sederhana, tidak sombong dan sering komunikasi dengan siapapun, “ kata salah satunya. “ Benar sih, apalagi pak Mardan seorang pendidik yang bisa bikin masyarakat pintar bukan sebaliknya. Otomatis dong saya pasti pilih dia, “ jawab temannya cetus.

Bahkan puluhan ASN maupun pedagang kaki lima siap mengantarkan DR IR Mardan Adijaya dan Bukhori sampai kekursi puncak. “ Mas bisa lihat sarana maupun prasarana infrastruktur disini, bangunannya cuma gitu gitu aja tanpa ada daya tariknya. Mudah mudahan setelah beliau terpilih, kota mempawah mengalami perubahan yang drastis, “ tutur Abah pedagang roti keliling.

Kordinator Jaringan Aspirasi Indonesia ( JAPRI ) Kalimantan Barat, Patih Prambanan, mengatakan, ada beberapa tempat yang sudah kita surve terkait pandangan masyarakat terhadap calon kepala daerah diwilayah masing masing.

System yang dipakai menggunakan metode tradisional seperti nguping dan ngobrol dibanyak tempat, mesenzer di sosmed serta chating melalui whastsapp. Tugas tersebut digarap oleh 10 personil lapangan dan cuma dibekali kuota internet seharga Rp. 35 ribu per orang.

Anggaran surve, lanjut patih, ditotal sebesar 350 ribu berasal dari kantong lembaga bukan duit calon ataupun bantuan pihak ketiga yang nilainya puluhan juta rupiah. “ Tapi kalau ada sih boleh juga, can tepi tuh, “ celetuknya.

Patih memaparkan, hasil inventarisir data lapangan, sejak tanggal 25 September 2024 pukul 08.00 pagi, terbukti Mardan Adijaya dan Bukhori memperoleh nilai simpatik sebesar 34, 45 persen. Angka ini menurut ukuran figur yang baru menjadi calon terbilang tinggi.

“ Angka tersebut tergolong tinggi, mengingat beliau baru pertama kali mencalonkan diri sebagai bupati. Biasanya sih kalau orang baru maju, paling nilai yang didapat hanya sebatas 10 persen saja. Ini malah tiga kalipat, “ terangnya.

Sejak awal, sambung Sekneg Japri, kami sudah memprediksi kali ini partisipasi masyarakat kecil bakal mengarah ke Raja Mempawah. Setelah menggabungkan catatan surve dibeberapa tempat, ternyata dugaan tersebut sangat tepat.

“ Pertama terjun, kecendrungan kita, memang pada Mardan Adijaya. Apalagi ketokohan beliau cukup dikenal, otomatis prosentase dukungan bergerak secara signifikan, “ ujar budi yang juga aktif di Aliansi Wartawan Indonesia Kalimantan Barat.

Budi menyarankan, jika Raja ingin meraih posisi aman. Beliau harus kembali melakukan pertemuan ulang di 2 Kecamatan, Sungai Pinyuh dan Anjungan dengan tokoh tokoh setempat sebagai ajang siiraturrahmi guna mengikat dan memunculkan rasa simpatik baru. (S Pram

 

Exit mobile version